Ada edisi pelik yang selalu menaungi jiwa-jiwa tersesat.
Seperti lebah kehilangan ratunya, gak tau lagi kerja kemana?
Kalau peran gak pernah mencapai pemahaman?
Sampai kapan ego ini jadi penguasa diri?
Disini gak ada lagi konser kemenangan atas perjuangan melawan ketidak-adilan,
Karena disini hanya ada setumpuk cerita tentang keinginan yang menjadi liar.
Gak ada lagi edukasi rasa yang mampu memberikan perbaikan bagi ego-ego itu.
Karena semua semakin terlihat berbalut skenario ego.
Hey Ego! terima kasih karena kontribusimu bikin ini semua jadi indah,
tapi kadang juga bikin sakit, tertindih, hingga mengundang si cibir datang kesini.
Hey Ego! Gak ada yang tahu kalau disini atau disana semakin pura-pura saja?
Ya iya karena gak pernah ada yang mau mengakui ke-ego-an ini.

Seperti intan yang bersinar, atau besi yang berkarat?
Sajak demi sajak tak pernah menceritakan kebenaran,
karena kemunafikan diri yang selalu maju kedepan!
Menjadi komandan atas pertikaian akal, nurani dan jiwa yang semakin lemah!
Darimana saja? setelah sekian hari, bulan atau tahun berganti, tapi tak kunjung mengerti?
mengerti sedikit saja tentang menjadi rendah ke bumi untuk mencapai pengetahuan langit,
mengerti sedkit saja tentang menjadi sombong lalu membinasakan keangkuhan para penyair?
mengerti sedikit untuk kebijakan bagi yang semakin sedikit.
Ada episode pelik, yang selalu hadir bagi jiwa-jiwa yang angkuh,
seperti lebah tanpa ratu,
sehingga tak pernah datang garis cerita,
karena penguasanya masih saja Ego-Ego yang kemarin!







Lalu…
Siapakah yg salah?
Egomu?
Ataukah Dirimu?