Matematika Bunda

}
08 - 10 - 24
Nyobain ngitung kasih ibu sepanjang jalan, kasih bapak Rp. 1 Milyar, ini itungan gak detail ya, mode ngasal se-inget2nya ajah, jadi hayuuu kita baca di…

Nyobain ngitung kasih ibu sepanjang jalan, kasih bapak Rp. 1 Milyar, ini itungan gak detail ya, mode ngasal se-inget2nya ajah, jadi hayuuu kita baca di akhir saja.

  • Testpack alat uji kehamilan : Rp. 50,000,-
  • Nutrisi ibu hamil : Rp. 50,000,-/9bln = Rp. 13,050,000,-
  • Konsultasi dokter : Rp. 150,000,- x 3 = Rp. 450,000,-
  • Melahirkan : Rp. 3,000,000,-
  • Biaya pasca melahirkan : Rp. 1,500,000,-
  • Pampers bayi : Rp. 2,000,- x 3thn = Rp. 2,190,000,-
  • Susu Formula dimulai dari usia 2thn setelah lepas ASI : harga SGM 3+ Rp. 56,000,- x 1 pekan selama x 4 pekan = Rp. 224,000,- selama 3thn = Rp. 8,064,000,-
  • Bubur bayi, dan makanan lainnya : Rp. 750,000 / bulan x 3thn = Rp. 27,000,000,-
  • Jajanan & Mainan Balita : Rp. 5,000,000,-
  • Sekolah Taman Kanak-kanak : Rp. 5,000,000,- SPP bulanan Rp.200,000 x 2 thn = Rp. 9,800,000,-
  • Bekal Sekolah TK Rp. 15,000,- x 2thn : Rp. 10,950,000,-
  • Sekolah Dasar Negeri Anggep aja Free ga ada uang gedung (walaupun suka ada aja duit2 gaje), beli Buku Rp. 650,000,- x 6 thn = Rp. 3,900,000,-
  • Uang Jajan sekolah SD = Rp. 15,000, x 6thn = Rp. 32,850,000,-
  • Seragam SD minimal beli lagi per 2thn Rp. 400,000,- x 3thn = Rp. 1,200,000,-
  • Masuk SMP yang negeri & gratis biaya masuk, dengan hitungan kita samakan saja dengan buku SD 650,000 x 3 thn = Rp. 1,950,000,-
  • Uang jajan SMP : Rp. 20,000,- x 3thn = Rp. 21,900,000,-
  • Seragam SMP Rp. 400,000,-
  • Masuk SMP yang negeri & gratis biaya masuk, dengan hitungan kita samakan saja dengan buku SD 650,000 x 3 thn = Rp. 1,950,000,-
  • Uang jajan SMU disamakan SMP : Rp. 20,000,- x 3thn = Rp. 21,900,000,-Seragam SMU Rp. 400,000,- = Rp. 22,300,000,-
  • Anaknya minta motor Honda Scoopy Rp. 21,000,000,-
  • Bensin motornya Rp. 15,000 x 3thn sekolah = Rp. 16,425,000,-
  • Masuk Kuliah dengan biaya Rp. 7,500,000,- dengan estimasi biaya SKS smpai selesai Rp. 15,000,000,- uang jajan, bensin dll selama 4thn Rp. 43,800,000, total = Rp. 66,300,000,-
  • Ini belum beli baju dari bayi sampe kuliah, atau kebutuhan sekunder lainnya, seperti HP, kesenangan dan lainnya yang mungkin dengan hitungan minimal kami menghabiskan sekitar Rp. 50,000,000- selama 18thn.
  • Mungkin lulus kuliah belum langsung kerja dan harus makan dirumah, minta ongkos buat cari kerja, beli baju kerja, atau hal-hal lainnya yang mungkin bisa butuh biaya backup sekitar Rp. 15,000,000,-
  • Mungkin juga nanti butuh biaya untuk pernikahan, anggaplah si bocil sudah bekerja dan berpenghasilan, tapi nyokap bokapnya juga pasti bantu buat biaya nikahan sekitar Rp. 20,000,000,- mungkin kalo nikahan minimalis gak sampe segitu lah yah, anggep aja biaya-biaya lainnya yg belum masuk kesini, seperti persiapan wisuda, study tour, dll.
  • Oh ya, mungkin ada biaya sakit kedokter, obat, vitamin, dll selama 18-20thn sekitar Rp. 15,000,000,-

Sekarang di total : Rp. 371,589,000,- kalo anaknya 1, kalo anaknya 2, tinggal di kali 2 aja. ini mungkin itungan ngawur dan paling rendah biaya, ya tiap orang punya itungan versinya sendiri, anak kedua mungkin sudah inflasi juga.

Ini belum konversi biaya konsultasi psikologi, keluhan sang anak, curhatan sang anak, biaya gendong, nyuapin atau ngasuh sampe gede dengan harga baby sitter gaji bulanan Rp. 3,500,000,- dikali aja sendiri lah ya kira-kira berapa?

Konversi rasa khawatir, rasa sayang, dan rasa-rasa lainnya, mungkin nitip anaknya saat dia sedang bekerja, atau hal-hal lainnya yang gak tau lagi seperti apa dan gimana konversinya ke rupiah?

Datangnya Pemahaman

Nah sekarang kami paham, kenapa berkata “Ah” saja baiknya tidak dilakukan, atau berlemah-lembut kepada ibu dan bapak adalah sebuah perbuatan yang sangat mulia, atau bahkan ada kalimat Ridho Allah itu bersama ridhonya orang tua kami.

Eh belum lagi konversi biaya sakit sang Bunda & Babehnya yang panik kesana-kemari saat kami akan terlahir ke bumi ini?

Tapi tak jarang juga kami mendapati anak-anak masa kini yang berkata “Aku tidak minta dilahirkan!”, Ahhhh, benar saja itu perbutan kami, tapi ada diantara kami yang menyusun rencana untuk melanjutkan perjuangan sebagai manusia, hamba Tuhan, atau misi-misi mulia lainnya.

Terencana, atau tidak, kami juga terlahir dengan mengemban misi penting pada jalan kehidupan ini. Terencana atau tidak, inilah garis takdir yang mestinya dilanjutkan dan di syukuri bahwa “ada”nya kami dari ketiadaan adalah sebuah BigBang rasa nikmat yang Tuhan berikan untuk manusia.

Recent Posts

Angka Malaikat, Logika Mistik & Psikologi Biasa Aja

Angka Malaikat, Logika Mistik & Psikologi Biasa Aja

Beberapa tahun belakangan ini, kira-kira sejak pandemi dimulai, saya mulai menyadari satu hal kecil yang terus berulang dalam hidup saya: yaitu angka ganda. Angka-angka digital seperti 11:11, 01:01, atau 15:15 entah mengapa, saya sering sekali melihat pola-pola ini....

Jangan Sebut Minggu! Tapi Ahad!

Jangan Sebut Minggu! Tapi Ahad!

Beberapa waktu lalu, di tengah obrolan kopi sore yang biasa-biasa aja, seorang teman nanya dengan nada bercanda, “Bro, kenapa sih lo selalu bilang Ahad, bukan Minggu? Trus bilang sepekan, bukannya seminggu kayak orang normal?” Saya cuma senyum waktu itu. Nggak...

Bersujud Bersama Semesta: Orbit, Tuhan & Kode Kosmik

Bersujud Bersama Semesta: Orbit, Tuhan & Kode Kosmik

Gara-gara nongkrong bersama teman band lama yang sudah gak ketemu sekitar 7-9 tahun yang lalu, yang alhamdulillah semua temen nongkrong ini sudah pada menemukan & menempuh perjalanan spiritualnya masing-masing. Dan tibalah pertanyaan yang dilontarkan kepada saya,...

Share Your

Comments

0 Comments